DePriatna. Powered by Blogger.
thumbnail

Apa Itu Data Mining?

Cara pandang dan pengetahuan yang berbeda membuat para ahli memberikan definisi berbeda tentang Data Mining. Sebagian ahli menyatakan bahwa DM adalah langkah analisis terhadap proses penemuan pengetahuan di dalam basisdata atau knowledge discovery in databases yang disingkat KDD. Pengetahuan bisa berupa pola data atau relasi antar data yang valid (yang tidak diketahui sebelumnya).

DM merupakan gabungan sejumlah disiplin ilmu komputer, yang didefinisikan sebagai proses penemuan pola-pola baru dari kumpulan-kumpulan data sangat besar, meliputi metode-metode yang merupakan irisan dari artificial intelligence, machine learning, statistics, dan database systems.

DM ditujukan untuk mengekstrak (mengambil intisari) pengetahuan dari sekumpulan data sehingga didapatkan struktur yang dapat dimengerti manusia serta meliputi basisdata dan managemen data, prapemrosesan data, pertimbangan model dan inferensi, ukuran ketertarikan, pertimbangan kompleksitas, pascapemrosesan terhadap struktur yang ditemukan, visualisasi, dan online updating.

*Sumber: Buku 'Data Mining Untuk Klasifikasi dan Klasterisasi Data'
thumbnail

Pengertian Text Mining

www.nandapriatna.blogspot.co.id
     Text mining adalah proses ekstraksi pola berupa informasi dan pengetahuan yang berguna dari sejumlah besar sumber data teks, seperti dokumen Word, PDF, kutipan teks, atau sebagainya. Text mining memiliki tujuan untuk mendapatkan informasi yang berguna dari sekumpulan dokumen. Jadi, sumber data yang digunakan pada text mining adalah kumpulan teks yang memiliki format yang tidak terstruktur atau minimal semi terstruktur.

      Text mining merupakan penerapan konsep dan teknik data mining untuk mencari pola dalam teks, yaitu proses penganalisisan teks guna mendapatkan informasi yang bermanfaat untuk tujuan tertentu. Berdasarkan ketidakteraturan struktur data teks, maka proses text mining memerlukan beberapa tahap awal yang pada intinya adalah mempersiapkan agar teks dapat diubah menjadi lebih terstruktur.

     Adapun tugas khusus dari text mining antara lain yaitu pengkategorisasian teks (text categorization) dan pengelompokan teks (text classification or clustering). Classification atau Klasifikasi adalah pengelompokan data berdasarkan atribut (ciri). Sedangkan Clustering atau Kelastering adalah pengelompokan data berdasarkan kemiripan data.
thumbnail

Cara Menyetem Gitar Untuk Pemula yang Sangat Mudah

Salah satu hal yang bikin mood bermain gitar menurun yaitu gitarnya fals (alias ngga nyetem). Tapi itu hanya berlaku bagi yang belum bisa menyetem gitar ;). Nah, maka dari itu saya ingin mencoba share bagaimana cara menyetem gitar manual dengan mudah.
Sebenarnya ada berbagai metode yang bisa dilakukan untuk menyetem gitar ini. Tapi dari sekian metode yang sudah saya coba, menurut saya metode inilah yang paling simpel dan mudah untuk dipraktekkan khususnya bagi pemula.

Langkah pertama, kita tentukan terlebih dahulu nada senar ke-6 (senar yang paling atas). Sesuaikan dengan feeling teman-teman (bebas). Tapi jangan terlalu rendah dan juga jangan terlalu tinggi. Kalau senar ke-6 nya terlalu tinggi atau terlalu kencang, khawatir senar yang lainnya putus karena senar ke-6 inilah yang akan menentukan nada gitar kita. Tapi kalau kerendahan juga nanti suaranya kurang enak didengar.

Setelah melakukan langkah tersebut, ikuti langkah-langkah berikut ini:
Beress deh nyetem gitarnya. Kita sudah bisa genjreng-genjreng nyanyi-nyanyi. Tapi dengan mengikuti langkah-langkah diatas, nada gitar kita tidak mengikuti nada standar yang telah ditentukan. Artinya, nada gitar kita akan berbeda dengan gitar orang lain diluar sana pada umumnya misalnya gitarnya Dewa Bujana gitarist Gigi. Why...? Karena pada langkah pertama tadi, kita tentukan nada senar keenamnya dengan feeling.
Parahnya lagi ketika kita mencoba mengikuti sebuah alunan lagu dari handphone atau mp3 ternyata chord yang kita mainkan berbeda dengan chord yang ada di buku lagu.
Lalu bagaimana caranya menyetem supaya nada gitar kita menjadi standar? Teman-teman gausah galau, karena caranya mudah lho.
Kita tinggal melakukan perubahan pada langkah pertama tadi (hanya langkah pertama) yang awalnya kita menentukan nada senar keenam dengan feeling kemudian kita ubah nada senar keenam menjadi nada E. Sekali lagi, buat nada senar keenam menjadi nada E. Untuk lebih jelasnya baca artikel: Cara menyetem gitar standar.

thumbnail

KENALI POTENSI DIRI

Sesungguhnya, Allah telah membagi amal hamba-Nya, sebagaimana Dia telah membagi rezeki mereka.” -Imam Malik-
Tak asing di telinga kita, sebuah kisah tentang Abdullah Al-Umari, seorang mujahid yang gemar beribadah. Suatu ketika, ia mengirim sebuah surat kepada Imam Malik, mengajaknya untuk menyibukkan diri dengan amal-amal sunnah. Bersama-sama berperang di jalan Allah, memperluas wilayah Islam, dan melakukan amal ibadah luar biasa lainnya yang ia lakukan. Ia mengatakan bahwa debu-debu di medan jihad lebih baik daripada duduk di masjid menyebarkan ilmu sebagaimana yang rutin Imam Malik lakukan di kota Nabi.
Apa kata Imam Malik, sang imam darul hijrah? Sungguh, sebuah jawaban cerdas nan bijaksana yang layak ditulis dengan tinta emas. “Sesungguhnya, Allah telah membagi amal hamba-Nya, sebagaimana Dia telah membagi rezeki mereka. Bisa jaid seseorang dimudahkan oleh Allah mengerjakan salat sunnah, tapi tidak untuk puasa sunnah. Bisa saja seseorang dimudahkan untuk menyedekahkan hartanya, atau berjihad di jalan-Nya. Menyebarkan ilmu sungguh merupakan kebaikan yang sangat utama lagi mulia. Aku rida dengan taufik Allah yang memudahkanku berdakwah menyebarkan ilmu agama ini. Dan aku tidak menganggap apa yang aku kerjakan ini lebih rendah dari apa yeng telah engkau kerjakan. Akan tetapi aku berharap kita semua berada di atas kebaikan.”
Benar, Allah telah memberikan manusia berbagai kemampuan dan potensi masing-masing. Dalam hal duniawi misalnya, ada yang berpotensi sebagai pemimpin, ada pula yang hanya bisa dipimpin. Ada yang pandai berdagang, tapi ia tidak pintar bertani. Sebaliknya, ada yang jago bertani, tapi tiap kali berdagang, ia selalu gagal. Ada pula yang multitalenta, alias memiliki sekian potensi dan berbagai bakat, semisal penulis yang juga orator ulung.
Begitu juga dalam perkara ibadah. Allah telah membagi amal-amal ibadah yang hukumnya ‘sunnah’ kepada masing-masing hamba-Nya, dengan potensi dan kemampuan yang beraneka. Mengapa dikatakan amal yang hukumnya sunnah? Karena jika amal wajib, Allah telah memberikan semua kemampuan untuk mengerjakannya tanpa ada pengecualiannya. Toh Allah tidak membani hamba-Nya di luar batas kemampuannya, bukan?
Oleh sebab itu, di akhirat nanti, pintu-pintu surga akan memanggil para calon penghuni surga. Pintu salat akan menyeru kepada orang yang gemar salat. Pintu Ar-Rayyan akan memanggil ahli puasa. Semua manusia akan dipanggil dengan potensi amalnya masing-masing. Adapun orang dengan multitalenta dalam ibadah semisal Abu Bakar r.a., maka ia akan dipanggil oeh seluruh pintu surga. Dan ia berhak memasuki surga dari pintu mana saja yang ia suka.
Mungkin ada yang diberi kelebihan berupa tak mudah lapar, maka ia berpotensi untuk memperbanyak puasa sunnah. Yang lain mungkin terbiasa bangun tengah malam hingga ia berbakat untuk menghidupkan malamnya dengan shalat dan membaca Al-Qur’an. So, janganlah merendahkan orang lain karena ia tidak sibuk dengan salat sunnah. Bisa jadi potensi dia di sedekah sunnah. Jangan menyombongkan diri karena puasa sunnah yang kita lakukan, toh mungkin orang lain punya potensi di ibadah lain yang tak mampu kita lakukan. Nah, permasalahannya, apa potensi kita?
Coba pikirkan, apa passion kita selama ini? Bidang apa yang kita cintai? Profesi apa yang saat mengerjakannya kita enjoy? Kita berani mengeluarkan uangtak sedikit untuk meraihnya, tanpa ada upahnya. Lantas, jadikan hal itu ajang untuk memupuk pahala, diniatkan sebagai ibadah. Jika kita suka menulis, maka kita bisa berdakwah. Kita bisa menyuruh orang berbuat baik dan mencegah orang berbuat buruk dengan untaian kata yang kita rangkai.
Jika tetap tidak tahu apa potensi kita, maka bertanyalah sama keluarga, teman terdekat, apa potensi saya, apa kelebihan saya, apa kemampuan saya? Jika sudah tahu, asahlah hingga kita menjadi ‘expert’ di bidang tersebut, dan jadikanlah ia lumbung kebaikan dan pahala hingga kita mampu meraih visi akhirat yang kita idamkan.
Ah, sungguh beruntung jika passion kita berkutat seputar ibadah. Misalkan, kita sangat mencintai porses menuntut ilmu, rela begadang demi mengurai suatu permasalahan pelik. Atau kita sangat enjoy tatkala membaca Al-Qur’an, bisa menghabiskan waktu berjam-jam dengannya tanpa bosan.
So, mulai detik ini, kenalilah potensi diri kita. Lalu lejitkan dan teruslah asah hingga menjadi hal luar biasa yang kita punya. Baik itu kemampuan berupa perkara duniawi, maupun perkara ukhrawi. Karena kedua-duanya adalah salah satu kesempatan besar untuk meraup pahala sebanyak-banyaknya sebagai pemberat amal kebaikan di mizan, sebagai bekal menghadap Allah Ta’ala, pencipta semesta alam.


Sumber : Buku “Jika Ustaz Jadi Wasit”
thumbnail

CINTAILAH PROSES!

“Setinggi kemuliaan yang kita harapkan, sebesar itu pulalah pengorbanan dan perjuangan yang harus dilakukan.”
Ketika mendengar nama Imam Ahmad, kita akan terpesona akan keilmuan beliau yang teramat luas, kecerdasan yang mengagumkan, keteguhan hati yang menakjubkan, ibadah yang luar biasa, akhlak luhur yang jauh di atas rata-rata, serta nilai plus lainnya. Kita seakan-akan lupa, bagaimana Imam Ahmad bepergian jauh ke berbagai negeri, menimba ilmu dari sekian banyak guru, disiksa oleh Al-Makmun, bahkan dipenjara demi memegang teguh akidahnya.
Ketika mendengar nama Dahlan Iskan, kita akan menilai beliau adalah orang yang sukses, mengelola Jawa Pos dengan sangat apik, lantas mengangkat PLN meraih berbagai macam pujian, hingga akhirnya diangkat SBY menjadi Menteri BUMN. Kita seolah-olah lupa, bagaimana dahulu beliau semasa kecil berjalansekian kilometer tanpa alas kaki menuju sekolah, hanya memiliki dua helai baju, bahkan pernah sekali terpaksa mencuri tebu untuk adiknya yang meringis menahan lapar.
Begitulah manusia. Kita kerap kali terbuai, terpukau, takjub dan terpesona, dengan kesuksesan orang sukses, dengan keilmuan orang yang berilmu, kekayaan orang yang kaya, tanpa mau menilik sejenak bagaimana mereka meraih semua itu. Kita lebih memilih terkagum-kagum melihat majelis Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah yang dihadiri oleh ribuan Jemaah, dibandingkan dengan merenungi bahwa dahulu yang hadir di majelis beliau hanya satu-dua orang saja. Kita lebih memilih berdecak kagum mengetahui kekayaan Bill Gates yang pernah menjadi manusia terkaya di dunia, daripada memikirkan bahwa dulu ia sering tidur dalam seminggu hanya 8 jam saja. Salahkah? Tidak. Tapi, hal tersebut bisa menimbulkan kecintaan kita kepada hasil, bukan kepada proses.
Tergiur dengan kekayaan orang kaya kerap kali menggiring jiwa manusia untuk melakukan jalan pintas yang tiada pantas. Mereka melakukan hal instan untuk meraup kesuksesan. Alhasil, hasil menutup mata hatinya sehingga mereka berani mendobrak larangan Allah. Tak heran jika korupsi masih begitu menjadi trendi di negeri ini.
Terkagum dengan keilmuan seorang alim kadang kali memotivasi kita untuk menjadi seperti mereka. Hal ini bagus, namun jangan hanya mengharapkan hasil, tapi cintailah proses! Jika kita tidak mencintai proses, dapat dipastikan sebelum mencapai puncak, kita akan putus asa dan berbalik mundur ke belakang. Jika hati tak mencintai proses, maka seseorang mudah terjerumus ke dalam hal-hal tak terpuji. Ia mudah jenuh, bosan, penat, menjalani proses yang begitu panjang. Padahal... tiada kesuksesan yang didapat hanya dengan sehari semalam.
Imam Syafi’i, menggapai takhta tertinggi di dalam bidang keilmuan tak terlepas dari proses yang panjang. Sejak kecil, ibu beilau menyuruhnya berguru kepada para ulama. Bagaimana beliau begadang untuk belajar, membaca, menulis, dan begitulah seterusnya. Jika Imam Syafi’i tidak emncintai proses belajar yang begitu panjang, niscaya beliau tidak menjadi seperti yang kita kenal sekarang.
Jangan tergesa-gesa meraih hasilnya. Jika petani berputus asa dan urung memupuk benihnya, maka tanamannya tidak akan tumbuh. Aneh memang, kita ingni menjadi orang kaya yang sukses tapi enggan mengikuti proses yang mereka lakukan. Kita ingin mendapat kemuliaan tapi bosan untuk mengikuti jalan yang tekah mereka tempuh. Kata Nabi, ilmu itu dengan belajar. Tidak seperti Wiro Sableng yang mendapat seluruh ilmu dari gurunya hanya dengan disentuh pundaknya dengan kedua telapak tangan. Tiada yang instan. Bahkan mi yang mengaku instan pun butuh proses, bukan?
Setinggi kemuliaan yang kita harapkan, sebesar itu pulalah pengorbanan dan perjuangan yang harus dilakukan. Berbeda hasilnya dengan orang yang menelusuri jalan menuju sukses dengan mencintai setiap proses yang ia lakukan dan orang yang menjalaninya dengan setengah hati dan hanya mengangankan hasilnya.

Ketika kita mendaki gunung, maka cintailah tiap langkah menaklukan tanah yang terjal. Ketika kita ingin meraih lezatnya beribadah, maka cintailah setiap ibadah yang kita lakukan sepanjang siang dan malam. Ketika kita ingin menjadi seorang yang berilmu, maka cintailah saat-saat kita duduk di majelis menimba ilmu, membolak-balikkan halaman buku. Ketika kita ingin menjadi penduduk surga, maka cintailah setiap langkah yang kita titi di jalan menuju surga.

Sumber : Buku "Jika Ustaz Jadi Wasit"
thumbnail

Cara Mengatur Customize Ribbon pada Microsoft Word 2013

Customize Ribbon yaitu fasilitas yang digunakan untuk mengatur dan membuat menu di Microsoft Word 2013. Untuk melakukan pengaturan, caranya yaitu:
Trik 1
  • Pilih File > Options > Customize Ribbon.
  • Pada kolom Choose commands from, pilih Commands atau perintah yang ingin Anda sisipkan dengan memilih tombol Add.
  • Setelah itu pilih tombol OK.
    www.deftutorial.com
thumbnail

Cara Mengubah Tampilan Microsoft Word 2013

Pada Microsoft Word 2013, Anda dapat mengubah tampilan tema sesuai dengan keinginan Anda, caranya yaitu:
Trik 1
Berikut ini adalah trik mengubah tema pada Microsoft Word 2013:
  • Pilih File > Options sehingga tampil kotak dialog Word Options.
  • Pilih General pada kolom sebelah kiri.
  • Setelah itu klik tombol Office Theme dan pilih tema sesuai dengan keinginan Anda.
  • Jika Anda telah memilih salah satu jenis Office Theme, klik tombol Ok untuk mengakhiri perintah.
thumbnail

Cara Menyimpan File Dokumen Otomatis pada MS Word 2013

Anda dapat mengatur penyimpanan file secara otomatis pada waktu tertentu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Cara untuk mengatur Auto Save yaitu :
Trik 1
  • Pilih File > Options sehingga tampil jendela Word Options.
  • Pilih Advanced pada kolom sebelah kiri, kemudian centang Always create backup copy pada grup Save.
  • Klik OK.
thumbnail

Cara Membuat Template pada MS WORD 2013

Keunggulan Microsoft Word 2013 adalah adanya berbagai macam template yang dapat digunakan dengan mudah dan praktis.

Trik 1
  • Jalankan program Microsoft Word 2013.
  • Klik tab FILE > New > lalu pilih template yang diinginkan pada pilihan yang telah tersedia.
  • Dalam daftar  pilihan layout yang tampil, pilih jenis layout yang ingin dipilih.

Trik 2
Selain menggunakan cara di atas, Anda dapat menggunakan cara berikut untuk membuat template:
  • Jalankan Microsoft Word 2013.
  • Klik tab FILE > New > lalu ketik kategori template yang Anda inginkan pada Search for online templates.
  • Pada Search for online templates ketik kategori template yang Anda inginkan, misalnya Resume.
  • Setelah itu pilih salah satu template pada kategori Resume.

thumbnail

Cara Membuat Lembar Kerja Baru pada MS Word 2013

Dalam pembuatan lembar kerja atau dokumen baru, ada beberapa trik yang dapat dilakukan. 
Trik 1
  • Jalankan program Microsoft Word 2013.
  • Klik tab FILE > New > Blank Document, sehingga tampil lembar kerja kosong.

  • Ketik teks pada lembar kerja yang diinginkan.
Trik 2

Selain menggunakan trik yang ada di atas, Anda dapat membuat dokumen baru menggunakan trik di bawah ini :
  • Jalankan program Microsoft Word 2013.
  • Tekan tombol Alt+F+N.
  • Tekan tombol L untuk membuat Blank document baru.